Cara Menentukan Harga Jual dari Harga Modal: Rumus Markup dan Margin
Cara menentukan harga jual dari harga modal: beda markup dan margin, rumus, tabel konversi, contoh hitung per dus, pembulatan, dan modal rata-rata.
Cara menentukan harga jual yang paling sederhana: hitung harga modal per barang, kalikan dengan (1 + markup) yang Anda inginkan, lalu bulatkan ke angka yang mudah dibayar. Misalnya modal Rp 10.000 dengan markup 20% menjadi Rp 12.000. Setelah itu, bandingkan dengan harga di toko sekitar.
Yang sering membuat keliru adalah markup dan margin. Keduanya sama-sama persen untung, tapi dihitung dari angka yang berbeda. Di bawah ini ada rumus keduanya, tabel konversi, contoh hitung dari harga per dus, dan cara mengatur harga di iPhone atau iPad.
Beda markup dan margin
Markup adalah persen untung yang dihitung dari harga modal. Margin adalah persen untung yang dihitung dari harga jual. Rumusnya:
Markup = (Harga jual − Harga modal) ÷ Harga modal × 100%
Margin = (Harga jual − Harga modal) ÷ Harga jual × 100%
Contoh: barang dengan modal Rp 10.000 dijual Rp 12.000. Untungnya Rp 2.000. Markupnya 20% (Rp 2.000 dari Rp 10.000), tapi marginnya hanya 16,7% (Rp 2.000 dari Rp 12.000).
Perbedaan ini penting karena laporan laba rugi memakai margin, yaitu untung dibagi penjualan. Kalau Anda menargetkan untung 20% dari penjualan tapi menghitung harga dengan markup 20%, hasilnya selalu di bawah target.
Rumus dan cara menentukan harga jual dari harga modal
Ada dua cara menghitung harga jual, tergantung patokan yang Anda pakai.
- Dengan markup: Harga jual = Harga modal × (1 + markup). Modal Rp 10.000 dengan markup 25% menjadi Rp 10.000 × 1,25 = Rp 12.500.
- Dengan target margin: Harga jual = Harga modal ÷ (1 − margin). Modal Rp 10.000 dengan target margin 20% menjadi Rp 10.000 ÷ 0,8 = Rp 12.500.
Kedua contoh menghasilkan harga yang sama, karena markup 25% sama dengan margin 20%. Tabel berikut membantu mengonversi markup ke margin. Rumusnya: margin = markup ÷ (1 + markup).
| Markup | Harga jual bila modal Rp 10.000 | Margin |
|---|---|---|
| 10% | Rp 11.000 | 9,1% |
| 15% | Rp 11.500 | 13,0% |
| 20% | Rp 12.000 | 16,7% |
| 25% | Rp 12.500 | 20,0% |
| 30% | Rp 13.000 | 23,1% |
| 50% | Rp 15.000 | 33,3% |
| 100% | Rp 20.000 | 50,0% |
Perhatikan baris terakhir: markup 100% artinya harga jual dua kali modal, tapi marginnya hanya 50%. Margin tidak akan pernah mencapai 100%.
Contoh menghitung harga jual warung dari harga per dus
Kebanyakan barang warung dibeli per dus atau per pak, lalu dijual satuan. Contohnya satu dus mi instan isi 40 bungkus dibeli Rp 115.000.
- Hitung modal per bungkus: Rp 115.000 ÷ 40 = Rp 2.875.
- Tambahkan markup, misalnya 20%: Rp 2.875 × 1,2 = Rp 3.450.
- Bulatkan ke atas ke kelipatan Rp 500: Rp 3.500.
Dengan harga Rp 3.500, untung per bungkus Rp 625. Markupnya menjadi 21,7% dan marginnya 17,9%. Kalau ongkos angkut kulakan cukup besar, bagi juga ke setiap barang sebelum menghitung modal per bungkus.
Tips: Bulatkan harga ke atas, bukan ke bawah. Kalau Rp 3.450 dibulatkan ke Rp 3.000 supaya terlihat murah, untung per bungkus tinggal Rp 125 atau margin 4,2%. Angka itu belum cukup untuk menutup plastik, listrik, dan barang rusak.
Pembulatan ke Rp 500 atau Rp 1.000 juga memudahkan kembalian dan mempercepat antrean. Untuk barang murah, kelipatan Rp 100 atau Rp 500 biasanya lebih pas.
Harga modal rata-rata saat harga kulakan berbeda
Harga kulakan sering berubah. Akibatnya, barang yang sama di rak bisa punya harga modal berbeda. Pakai harga modal rata-rata sebagai dasar harga jual.
Contoh: Anda masih punya 10 pcs dengan modal Rp 12.000, lalu membeli lagi 20 pcs dengan harga Rp 13.500. Harga modal rata-ratanya:
(10 × Rp 12.000 + 20 × Rp 13.500) ÷ 30 = (Rp 120.000 + Rp 270.000) ÷ 30 = Rp 13.000
Jadi harga jual dihitung dari Rp 13.000, bukan Rp 12.000. Dengan markup 20%, harganya Rp 15.600, lalu dibulatkan menjadi Rp 16.000. Kalau masih memakai modal lama, untung Anda di catatan terlihat lebih besar dari kenyataan, seperti dibahas di panduan cara menghitung keuntungan warung.
Harga grosir tidak boleh di bawah modal
Harga grosir boleh lebih murah dari eceran, tapi tetap harus di atas modal. Lanjutkan contoh mi instan: eceran Rp 3.500, harga grosir Rp 3.200 untuk pembelian minimal 10 bungkus.
Dengan harga grosir Rp 3.200, untung per bungkus Rp 325 atau margin 10,2%. Kalau pelanggan membeli satu dus berisi 40 bungkus, ia membayar Rp 128.000. Dibanding modal Rp 115.000, Anda masih untung Rp 13.000. Cara menentukan jumlah minimum dan selisih harganya dibahas di artikel harga grosir dan eceran.
Lihat harga sekitar dan tinjau saat kulakan naik
Rumus memberi angka awal, tapi pembeli membandingkan dengan toko lain. Cek harga di warung dan toko sekitar, terutama untuk barang yang harganya diingat pembeli, seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur.
Untuk barang seperti itu, margin tipis tidak apa-apa asal tetap di atas modal. Ambil margin lebih besar di barang yang jarang dibandingkan, seperti bumbu sachet, camilan, atau perlengkapan rumah tangga.
Tinjau harga setiap kali harga kulakan naik. Misalnya dus mi instan tadi naik menjadi Rp 124.000, sehingga modal per bungkus Rp 3.100. Kalau harga jual tetap Rp 3.500, untung tinggal Rp 400 per bungkus: markup 12,9% dan margin 11,4%.
Untuk kembali ke markup sekitar 20%, harga jual perlu Rp 3.720. Bulatkan menjadi Rp 3.800 kalau Anda memakai kelipatan Rp 100, atau Rp 4.000 kalau memakai kelipatan Rp 500. Pilih yang masih masuk akal dibanding harga di sekitar.
Mengatur harga jual dan harga modal di KasirPOS (iPhone/iPad)
Menghitung harga untuk ratusan barang lebih mudah kalau harga modalnya tersimpan rapi. KasirPOS, aplikasi kasir iPhone dan iPad yang gratis, menyimpan tiga harga untuk setiap produk.
- Harga jual, harga modal, dan harga grosir. Isi di setiap produk pada tab Produk. Isi juga jumlah minimum grosir agar harga grosir terpakai otomatis di kasir. Satuan tambahan seperti dus atau pak bisa punya harga dan barcode sendiri.
- Harga modal rata-rata otomatis. Catat kulakan lewat Lainnya › Stok, Pembelian & Opname › Pembelian / Stok Masuk. Harga modal rata-rata dihitung ulang otomatis, seperti contoh di atas.
- Margin per produk. Buka tab Laporan, ketuk Lihat laporan laba-rugi, lalu lihat margin per produk untuk menemukan barang yang untungnya terlalu tipis.
- Modal tidak terlihat oleh kasir. Kasir tanpa izin "Lihat modal & profit" tidak melihat harga modal. Atur di Lainnya › Pengguna, Kasir & PIN.

Kalau barang Anda banyak, harga jual, harga modal, harga grosir, dan jumlah minimum grosir bisa diisi sekaligus lewat file Excel. Caranya ada di panduan import produk dari Excel ke aplikasi kasir dan di halaman bantuan produk.
Setelah harga terisi, pantau hasilnya setiap bulan dengan laporan laba rugi sederhana. Kalau margin kotor turun, biasanya ada harga yang tertinggal dari kenaikan modal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Bagaimana rumus menghitung harga jual dari harga modal?
Kalikan harga modal dengan (1 + markup). Contohnya modal Rp 10.000 dengan markup 20% menjadi Rp 12.000. Kalau Anda memakai target margin, bagi harga modal dengan (1 − margin). Modal Rp 10.000 dengan target margin 20% menjadi Rp 12.500. Setelah itu, bulatkan ke atas agar mudah dibayar.
Apa bedanya markup dan margin?
Markup adalah untung dibagi harga modal, sedangkan margin adalah untung dibagi harga jual. Barang modal Rp 10.000 yang dijual Rp 12.000 punya markup 20% tapi margin 16,7%. Laporan laba rugi memakai margin, jadi pastikan Anda tahu angka mana yang sedang dipakai.
Berapa persen keuntungan yang wajar untuk barang warung?
Tidak ada angka baku. Barang pokok yang harganya sering dibandingkan pembeli biasanya bermargin tipis, sedangkan camilan dan barang kebutuhan kecil bisa lebih tinggi. Patokan yang lebih berguna: total laba kotor sebulan harus cukup menutup semua biaya operasional dan masih menyisakan laba bersih.
Bagaimana menentukan harga jual kalau harga kulakan berubah-ubah?
Pakai harga modal rata-rata. Jumlahkan nilai stok lama dan stok baru, lalu bagi dengan total jumlah barang. Contohnya 10 pcs modal Rp 12.000 ditambah 20 pcs modal Rp 13.500 menghasilkan rata-rata Rp 13.000. Aplikasi kasir seperti KasirPOS di iPhone dan iPad menghitungnya otomatis saat pembelian dicatat.
Apakah harga modal bisa disembunyikan dari kasir?
Bisa, kalau aplikasi kasir Anda mendukung izin per karyawan. Di KasirPOS untuk iPhone dan iPad, setiap kasir login dengan PIN sendiri. Matikan izin "Lihat modal & profit" untuk kasir tersebut, maka ia tidak melihat harga modal dan untung, sementara pemilik tetap melihat semuanya.