Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana untuk Toko dan Cara Membacanya

Contoh laporan laba rugi sederhana toko kelontong satu bulan, lengkap dengan format, penjelasan tiap baris, dan cara membaca margin kotor dan bersih.

Contoh laporan laba rugi sederhana untuk toko kecil cukup berisi enam baris: penjualan, harga pokok penjualan, laba kotor, biaya operasional, laba bersih, dan margin. Laporan ini menjawab satu pertanyaan penting: bulan ini toko untung atau rugi, dan berapa besarnya dalam rupiah maupun persen.

Anda tidak perlu paham akuntansi untuk membuatnya. Di bawah ada contoh satu bulan dari toko kelontong yang bisa langsung ditiru, penjelasan setiap baris, cara membacanya, dan cara membuatnya otomatis di iPhone atau iPad.

Format laporan laba rugi toko yang sederhana

Laporan laba rugi UMKM tidak harus serumit laporan perusahaan besar. Untuk toko kelontong, warung, atau kedai, urutan berikut sudah cukup:

  1. Penjualan: total nilai barang yang terjual dalam periode itu.
  2. Harga pokok penjualan (HPP): harga modal dari barang yang terjual.
  3. Laba kotor = Penjualan − HPP.
  4. Biaya operasional, dirinci per jenis: sewa, gaji, listrik, dan seterusnya.
  5. Laba bersih = Laba kotor − Total biaya operasional.
  6. Margin: laba kotor dan laba bersih dalam persen dari penjualan.

Format ini bisa ditulis di buku, di aplikasi Numbers atau Excel, atau dibuat otomatis oleh aplikasi kasir. Yang penting, setiap bulan memakai urutan dan cara hitung yang sama agar bisa dibandingkan.

Contoh laporan laba rugi sederhana toko kelontong satu bulan

Contoh ini milik toko kelontong rekaan dengan satu karyawan, untuk periode September 2026. Angkanya dibuat mendekati kondisi toko kecil pada umumnya.

Laporan Laba Rugi, September 2026Jumlah
PenjualanRp 36.500.000
Harga pokok penjualan (HPP)Rp 29.930.000
Laba kotorRp 6.570.000
Biaya operasional:
Sewa tempatRp 1.000.000
Gaji karyawanRp 1.800.000
Listrik dan airRp 520.000
Kantong plastik dan perlengkapanRp 260.000
Pulsa dan internetRp 100.000
Transport kulakanRp 300.000
Barang rusak dan kedaluwarsaRp 180.000
Total biaya operasionalRp 4.160.000
Laba bersihRp 2.410.000
Margin kotor (laba kotor ÷ penjualan)18,0%
Margin bersih (laba bersih ÷ penjualan)6,6%

Cara membacanya singkat: dari penjualan Rp 36.500.000, toko ini untung bersih Rp 2.410.000. Setiap Rp 100.000 penjualan menyisakan sekitar Rp 6.600 setelah modal barang dan semua biaya dibayar.

Penjelasan setiap baris laporan

Penjualan

Total nilai barang yang terjual setelah diskon, dikurangi transaksi yang dibatalkan atau barang yang diretur. Penjualan kasbon tetap dihitung di bulan barang diserahkan, walaupun uangnya belum masuk.

Harga pokok penjualan (HPP)

HPP adalah harga modal dari barang yang sudah terjual, bukan total belanja kulakan. Tanpa aplikasi, HPP bisa dihitung dari hasil hitung stok: stok awal + pembelian − stok akhir, semuanya dalam nilai rupiah harga modal.

Pada contoh di atas: stok awal Rp 18.000.000 + pembelian Rp 33.000.000 − stok akhir Rp 21.070.000 = Rp 29.930.000. Karena itu, nilai stok akhir harus dihitung setiap akhir bulan. Caranya ada di panduan cara stok opname.

Laba kotor

Selisih penjualan dan HPP. Angka ini menunjukkan seberapa jauh harga jual Anda di atas harga modal, sebelum biaya lain.

Biaya operasional

Semua ongkos menjalankan toko. Tulis per jenis, jangan digabung, supaya terlihat mana yang membengkak. Biaya yang dibayar setahun sekali dibagi rata per bulan. Contohnya sewa Rp 12.000.000 per tahun dicatat Rp 1.000.000 per bulan.

Laba bersih

Laba kotor dikurangi total biaya operasional. Inilah untung toko yang sebenarnya. Uang yang diambil untuk kebutuhan rumah diambil dari sini, bukan dicatat sebagai biaya.

Margin

Margin kotor adalah laba kotor dibagi penjualan, margin bersih adalah laba bersih dibagi penjualan. Keduanya ditulis dalam persen agar bulan yang ramai dan bulan yang sepi tetap bisa dibandingkan.

Cara membaca laporan laba rugi bulanan

Angka laba bersih saja belum cukup. Bandingkan margin bulan ini dengan bulan lalu, lalu lihat mana yang berubah.

  • Margin kotor turun, margin bersih ikut turun. Masalahnya di harga. Mungkin harga kulakan naik tapi harga jual belum disesuaikan, diskon terlalu sering, atau barang yang laku justru yang untungnya tipis. Periksa lagi cara menentukan harga jual untuk barang-barang itu.
  • Margin kotor stabil, margin bersih turun. Masalahnya di biaya. Lihat baris biaya mana yang naik dibanding bulan lalu.
  • Biaya terbesar. Pada contoh, gaji Rp 1.800.000 memakan sekitar 27,4% dari laba kotor. Itu wajar selama karyawan membantu penjualan naik, tapi perlu dipantau.

Ingat juga bahwa laba tidak sama dengan uang tunai. Toko di contoh belanja Rp 33.000.000, sedangkan HPP-nya Rp 29.930.000. Selisih Rp 3.070.000 masih berupa barang di rak. Ditambah kasbon pelanggan yang belum dibayar, wajar kalau uang di tangan lebih sedikit dari laba bersih.

Kesalahan umum saat membuat laporan laba rugi

Menganggap semua kulakan sebagai biaya

Ini kesalahan paling sering. Kalau belanja Rp 33.000.000 dipakai sebagai pengganti HPP, laba kotor menjadi Rp 3.500.000. Setelah dikurangi biaya Rp 4.160.000, toko tampak rugi Rp 660.000, padahal sebenarnya untung Rp 2.410.000.

Mencampur pengeluaran pribadi

Belanja dapur, uang sekolah anak, atau cicilan pribadi bukan biaya toko. Kalau dimasukkan, laba bersih tampak lebih kecil dan Anda bisa salah mengambil keputusan, misalnya menaikkan harga yang sebenarnya sudah pas.

Lupa biaya kecil dan biaya tahunan

Kantong plastik, ongkos kulakan, dan sewa yang dibayar setahun di muka sering terlewat. Hasilnya laba terlihat lebih besar dari kenyataan.

Harga modal tidak diperbarui

Kalau harga modal di catatan masih harga lama, HPP terlalu kecil dan laba kotor terlalu besar. Perbarui harga modal setiap kali kulakan dengan harga baru.

Seberapa sering laporan laba rugi dibuat?

Untuk toko kecil, ritme ini cukup:

  • Harian: lihat omzet dan jumlah transaksi saja.
  • Mingguan: lihat laba kotor dan margin untuk menangkap harga yang salah lebih cepat.
  • Bulanan: buat laporan laba rugi lengkap dan bandingkan dengan bulan lalu.
  • Tahunan: jumlahkan 12 bulan. Laporan tahunan berguna, misalnya saat mengajukan pinjaman usaha. Untuk keperluan pajak, tanyakan ke kantor pajak atau konsultan pajak.

Kalau baru mulai, fokus dulu pada cara menghitung angkanya dengan benar. Panduan cara menghitung keuntungan warung membahas omzet, laba kotor, dan laba bersih dengan contoh harian.

Membuat laporan laba rugi otomatis di KasirPOS (iPhone/iPad)

Kalau setiap penjualan sudah dicatat di aplikasi kasir iPhone seperti KasirPOS, laporan laba rugi tidak perlu disusun manual. Langkahnya:

  1. Pastikan setiap produk punya harga modal, dan kulakan dicatat lewat Lainnya › Stok, Pembelian & Opname › Pembelian / Stok Masuk agar harga modal rata-rata diperbarui otomatis.
  2. Catat biaya operasional di Lainnya › Pengeluaran & Pemasukan.
  3. Buka tab Laporan, pilih periode bulanan, lalu ketuk Lihat laporan laba-rugi.
Layar Laba-Rugi KasirPOS di iPhone: penjualan Rp 5.737.500, laba kotor Rp 1.362.300, biaya operasional Rp 575.000, laba bersih Rp 787.300, margin 13,7%
Laporan laba-rugi dihitung otomatis dari transaksi dan pengeluaran yang dicatat.

Cara membaca gambar di atas sama dengan tabel contoh. Penjualan Rp 5.737.500 dikurangi harga pokok barang yang terjual, Rp 4.375.200, menghasilkan laba kotor Rp 1.362.300 (margin kotor sekitar 23,7%). Setelah biaya operasional Rp 575.000, laba bersihnya Rp 787.300. Margin 13,7% berarti setiap Rp 100.000 penjualan menyisakan sekitar Rp 13.700.

Di layar yang sama ada margin per produk. Dari sini Anda bisa melihat barang yang laku keras tapi untungnya tipis. Untuk diarsipkan atau dikirim ke akuntan, ketuk Export Excel di tab Laporan untuk menyimpan file .xlsx.

Perlu diketahui, KasirPOS adalah aplikasi kasir dan stok, bukan aplikasi akuntansi. Tidak ada jurnal, neraca, atau pelaporan pajak. Laporan laba-ruginya cocok untuk memantau usaha sehari-hari. Untuk laporan keuangan formal, file Excel dari KasirPOS bisa menjadi bahan bagi akuntan Anda.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja isi laporan laba rugi sederhana?

Laporan laba rugi sederhana berisi penjualan, harga pokok penjualan (HPP), laba kotor, biaya operasional yang dirinci per jenis, laba bersih, dan margin dalam persen. Untuk toko kecil, format ini sudah cukup untuk mengetahui apakah usaha untung atau rugi dan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Bagaimana cara membuat laporan laba rugi untuk toko kecil?

Jumlahkan penjualan satu bulan, lalu kurangi dengan harga modal barang yang terjual untuk mendapat laba kotor. Kurangi lagi dengan semua biaya operasional seperti sewa, gaji, dan listrik. Hasilnya laba bersih. Bagi laba kotor dan laba bersih dengan penjualan untuk mendapat margin dalam persen.

Apa bedanya margin kotor dan margin bersih?

Margin kotor adalah laba kotor dibagi penjualan, dan menunjukkan seberapa jauh harga jual di atas harga modal. Margin bersih adalah laba bersih dibagi penjualan, setelah semua biaya operasional dikurangi. Kalau margin kotor turun, periksa harga. Kalau hanya margin bersih yang turun, periksa biaya.

Apakah belanja stok termasuk biaya di laporan laba rugi?

Tidak langsung. Yang masuk laporan hanya harga modal dari barang yang sudah terjual (HPP). Barang yang masih di rak tetap dihitung sebagai stok. Kalau semua belanja kulakan dimasukkan sebagai biaya, toko bisa tampak rugi pada bulan Anda banyak menyetok barang.

Apakah ada aplikasi laporan laba rugi gratis untuk iPhone?

KasirPOS adalah aplikasi kasir gratis untuk iPhone dan iPad yang membuat laporan laba-rugi otomatis dari transaksi dan pengeluaran yang dicatat, lengkap dengan margin per produk dan export Excel. KasirPOS bukan aplikasi akuntansi, jadi tidak ada jurnal atau neraca, tapi cukup untuk memantau untung rugi toko kecil.

KasirPOS untuk iPhone dan iPad

Catat penjualan, stok, dan utang pelanggan dari HP atau iPad. Semua fitur gratis, tanpa iklan, tanpa daftar akun, dan tetap jalan tanpa internet.

Download di App Store